'Penampilan terakhir' VECO di ajang perdagangan terbesar Indonesia

'Penampilan terakhir' VECO di ajang perdagangan terbesar Indonesia

15/10/2017
Ronald Rohrohmana
Ronald Rohrohmana
Communications and Reporting Coordinator

'Penampilan terakhir' VECO di ajang perdagangan terbesar Indonesia

VECO Indonesia sekali lagi berpartisipasi dalam pameran dagang business-to-business (B2B) terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia ke-32 tahun 2017 (TEI). Keikutsertaan VECO Indonesia di TEI dimulai pada tahun 2014 dan selama tiga tahun terakhir telah diselenggarakan dengan dukungan dari Platform Kopi Berkelanjutan Indonesia (SCOPI), sebuah platform kopi nasional yang bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kemitraan publik-swasta dalam pengembangan produksi dan perdagangan kopi.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, TEI 2017 diadakan di International Convention Exhibition (ICE) di Pagedangan, Banten, menggantikan Kemayoran, Jakarta. TEI tahun ini dibuka oleh Ir. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia. Menurut Kementerian Perdagangan, 4.500 pembeli dari 79 negara dan 1.100 eksportir dari Indonesia menghadiri kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak tanggal 11 hingga 15 Oktober 2017.

Tujuh mitra organisasi petani VECO Indonesia menghadiri acara tahun ini. Dari sektor kopi, Asosiasi Petani Kopi Manggarai (ASNIKOM) dan Masyarakat Pelindung Indikator Geografis - Arabika Flores Bajawa (MPIG-AFB) yang berbasis di Flores, Perhimpunan Petani Kopi Toraja (PPKT) dan Koperasi Benteng Alla yang berbasis di Sulawesi, dan Koperasi Koerintji Barokah Bersama dari Jambi ikut ambil bagian dalam TEI tahun ini. Koperasi Koerintji Barokah juga mempromosikan kulit manis yang merupakan salah satu komoditas unggulan Jambi, selain kopi.

Dari Sektor Beras, Aliansi Petani Beras Organik Boyolali (APPOLI) dan Asosiasi Petani Beras Boyolali di Jawa Tengah mengikuti TEI 2017. Kedua organisasi ini mendapat banyak perhatian saat stand mereka dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo saat melakukan tur pameran setelah membuka TEI 2017. Bapak Shidiq, salah seorang pengurus APPOLI, saat mengingat kembali kunjungan Presiden ke stan mereka mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hal yang 'tak terlupakan'.

Pengalaman APPOLI juga dirasakan oleh Bapak Triyono, Ketua Koperasi Koerintji Barokah Bersama saat stannya juga dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo, yang menjadi pertemuan keduanya dengan Presiden dalam waktu 15 hari terakhir. Bapak Triyono sebelumnya diundang bersama dengan para pemimpin industri kopi dan produsen kopi terkemuka lainnya di Indonesia untuk 'ngopi bareng' Presiden dalam rangka merayakan Hari Kopi Internasional pada tanggal 1 Oktober 2017.

Memasuki hari terakhir TEI 2017, VECO Indonesia menghitung mundur peluncuran nasional brand baru yang akan berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam ke depan. Dalam hal ini, TEI ke-32 akan menjadi tampilan publik "terakhir" dari VECO yang pertama kali beroperasi dengan nama Vredeseilanden Country Office (VECO) pada tahun 2001 silam.

Bagi sebagian besar organisasi petani, LSM dan pembeli komoditas yang telah bermitra dengan VECO Indonesia selama beberapa tahun terakhir, pengumuman rebranding yang disampaikan selama TEI berlangsung menjadi sebuah kejutan yang 'pahit sekaligus manis' bagi mereka. 'Pahitr' karena sedih berpisah dengan brand yang telah lama melekat di hati dan dikenal, tapi 'manis' karena brand baru tidak hanya mempertahankan nilai inti VECO Indonesia, namun juga memperkuatnya.