Ketika Petani Berguru dari Petani

Ketika Petani Berguru dari Petani

21/03/2014

VECO Indonesia bersama mitra di beberapa wilayah program terus mengembangkan metode pertanian organik.

Melalui programnya VECO Indonesia berupaya berkontribusi dalam perbaikan kehidupan rumah tangga petani pedesaan dengan cara pendidikan petani dan memperkuat organisasi petani. Salah satunya melalui pegembangan rantai pertanian padi.

Ada tiga fokus utama dalam pengembangan rantai padi. Pertama peningkatan produktivitas padi melalui aplikasi teknologi pertanian organik, aplikasi teknologi System Rice Intensification (SRI) seiring dengan proses pemberdayaan petani melalui Sekolah Lapangan Padi Organik.

Kedua meningkatkan kapasitas petani dalam pemasaran beras melalui penguatan organisasi petani dan unit bisnis pemasaran beras serta pengembangan Internal Control System (ICS) untuk menjamin mutu beras sebagai beras sehat. Ketiga akses petani ke pasar terutama pasar lokal melalui kerja sama dengan para pembeli dan konsumsen langsung.

Untuk mendukung ketiga fokus utama dalam pengembangan rantai padi tersebut salah satu bentuk kontribusi dalam program VECO Indonesia adalah pendidikan petani untuk memperkuat organisasi petaninya.

Karena itu, Asosiasi Petani Organik Mbay (ATOM) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur terus menggembangkan pertanian berkelanjutan khususnya untuk rantai padi melalui pendekatan pertanian organik dan akses petani ke pasar. Program ini didukung lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal yaitu Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) sebagai lembaga konsultan ATOM maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo terutama dalam kerangka kebijakan dan membangun sinergi program di tingkat petani.

Untuk meningkatkan kapasitas petani dan memperkuat kerja sama para pihak dalam pengembangan rantai padi di Mbay, VECO Indonesia memfasilitasi proses pembelajaran mitra-mitranya di Mbay yaitu ATOM, YMTM dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo. Pada 24-28 Februari lalu, mereka belaar ke wilayah program pengembangan rantai padi organik yang sudah lebih berkembang di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Wilayah tersebut dipilih sebagai lokasi belajar bagi petani padi Flores karena kerja sama bisnis Organisasi petani dengan para pembeli beras sudah sangat berkembang bahkan sudah dieksport melalui kerjasama dengan PT. Bloom Agro. Petani di wilayah ini juga banyak melakukan perbaikan produktivitas padi dengan pola pertanian organik dan SRI; dan memperbaiki manajemen mutu dengan implementasi ICS.

Harapannya kunjungan ini bisa membawa gagasan baru dalam perencanaan program rantai padi di Mbay pada tahun 2014 dan tahun-tahun ke depan.

Peningkatan pengetahuan petani melalui kunjungan belajar secara langsung sesama petani dirasakan lebih memberikan dampak karena dengan model ini petani bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. [Yansen Meko, Pelaksana Lapangan VECO Indonesia di Mbay]