Pameran Komoditas untuk Memperluas Jaringan

Pameran Komoditas untuk Memperluas Jaringan

11/08/2015

Patola dengan telaten mengikuti pelatihan roasting kopi pada pekan lalu di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Banten. Petani kopi dari Desa Buntu Dama, Enrekang, Sulawesi Selatan itu menyimak penjelasan pemateri yang juga menunjukkan cara menyangrai tersebut.

“Saya senang ikut pelatihan ini karena saya bisa tahu lebih banyak mesin-mesin untuk roasting kopi,” kata Patola.

Pelatihan menyangrai kopi dengan mesin itu diadakan di sela-sela pameran pada 2-9 Agustus lalu. Pesertanya selain dari petani juga pelaku usaha kopi. Patola, Ketua Koperasi Tani Benteng Alla, mengikuti pelatihan sekaligus pameran tersebut.

Pameran menyambut perayaan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia ke-70 itu diikuti berbagai lembaga pemerintah, organisasi, ataupun komunitas. Ada pelaku industri kreatif, lembaga penelitian, perusahaan pertanian, hingga komunitas digital.

VECO Indonesia bersama mitra-mitra ikut serta dalam pameran tersebut. Di stannya, VECO Indonesia memamerkan materi tentang program maupun komoditas produk petani mitra dari seluruh wilayah program. Di meja stan VECO Indonesia ada brosur, kopi, kakao, kulit manis, maupun beras.

Selama pameran, petani mitra VECO Indonesia untuk komoditas kopi juga hadir. Selain dari Enrekang hadir juga petani kopi dari Toraja dan Flores, Nusa Tenggara Timur. “Pameran ini sangat bagus untuk mempromosikan produk-produk kami,” kata Emilia Rensia Nita, petani anggota Asosiasi Petani Kopi Organik Manggarai (Asnikom), Flores.

Dalam pameran tersebut, Emilia memamerkan kopi arabika maupun robusta yang mereka produksi dari Manggarai. Dia juga melayani pertanyaan dari para pengunjung.

Tak hanya memamerkan produk, selama pameran juga telah terjadi transaksi. Misalnya kopi toraja yang terjual sebanyak 128 kg dengan harga Rp 100.000 per kilogram dalam bentuk green bean. Kopi flores dan benteng alla juga terjual meskipun tak sebanyak kopi toraja.

Bagi petani, adanya transaksi selama pameran itu amat memotivasi mereka dalam berbisnis. “Sangat bagus karena kami bisa langsung mendapatkan pembeli kopi,” kata Agustinus Kambira, petani dari Toraja.

Selama pameran, semua kopi green bean habis. Bahkan ada pembeli yang memesan lebih dari 200 kg. Angka penjualan selama pameran lebih dari Rp 15 juta.

Pameran seperti yang diikuti Patola, Emilia, dan Agustinus di ICE tak hanya menjadi sarana untuk mempromosikan komoditas masing-masing tapi juga melatih kemampuan mereka dalam negosiasi maupun meyakinkan calon pembeli.

Peni Agustiyanto, Koordinator Area VECO Indonesia di Sulawesi, yang ikut serta dalam pameran mengatakan, pameran semacam itu juga menjadi ajang untuk memperluas jaringan bagi petani.

“Hal yang lebih penting dari pameran-pameran semacam ini adalah tindak lanjut. Bagaimana masing-masing koperasi petani bisa menjalin hubungan dengan pembeli,” kata Peni.

Karena itulah, VECO Indonesia terus mendorong agar petani-petani mitra ikut serta dalam pameran serupa. Dengan begitu mereka akan makin terlatih dalam berpromosi dan bernegosiasi serta memperluas jaringan.