Pelatihan Internet untuk Mitra di Sulawesi

Pelatihan Internet untuk Mitra di Sulawesi

27/02/2015

VECO Indonesia ingin agar petani bisa menggunakan Internet sebagai alat publikasi keberhasilan dan promosi komoditasnya.

Untuk itulah VECO Indonesia mengadakan pelatihan Internet dan publikasi untuk mitra di Sulawesi. Pelatihan Internet merupakan kegiatan tahunan untuk mitra VECO Indonesia. Selama pelatihan, para peserta belajar tentang Internet dasar maupun penggunaannya untuk publikasi.

Pelatihan pada 24-25 Februari 2015 ini diikuti organisasi petani dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Polewali Mandar (Sulawesi Barat) serta Enrekang, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Tana Toraja (Sulawesi Selatan).

Peserta yang hadir dari Koperasi Tani Amanah, LSM Wasiat, Perhimpunan Petani Kopi Toraja (PPKT), organisasi petani Masagena, Benteng Alla, dan Cahaya Sehati.

Melalui pelatihan tersebut, VECO Indonesia berusaha agar petani dan LSM pendampingnya di Sulawesi lebih mahir menggunakan Internet. Selain untuk mengakses informasi, penggunaan Internet juga untuk mempublikasikan program dan kegiatan organisasi mitra maupun komoditas andalan mereka.

“Melalui kemudahan teknologi informasi, kami berharap petani dan LSM bisa menggunakan Internet untuk mendukung programnya,” kata Koordinator Lapangan VECO Indonesia di Sulawesi Peni Agustiyanto.

Pelatihan kali ini difasilitasi Syaifullah, blogger dan fotografer dari Makassar. Selain memberikan teori, Syaifullah juga mendampingi para peserta untuk mempraktikkan teori.

Pada hari pertama 12 peserta belajar tentang teori dasar-dasar Internet dan fotografi ponsel. Mereka kemudian mempraktikkan teori foto ponsel dengan memotret komoditas andalan masing-masing.

Peserta dari Koperasi Tani Amanah, misalnya, memotret pupuk organik yang mereka produksi dan jual. Petani dari Toraja dan Enrekang memotret kopi. Adapun peserta dari Luwu Timur memotret kripik pisang, salah satu produk yang diproduksi dan dijual oleh koperasi tani di sana.

Hasil praktik kemudian didiskusikan bersama fasilitator maupun peserta. “Saya senang. Sekarang saya bisa memotret dengan hasil lebih baik meskipun hanya menggunakan ponsel,” kata Jumuriah dari Koperasi Tani Amanah.

Pada hari kedua peserta membuat video tematis sesuai program masing-masing seperti penerapan Internal Control System (ICS) di kebun kelompok. Video singkat dengan rata-rata durasi 3 menit tersebut semua dibuat hanya dengan ponsel.

“Hasil praktik teman-teman peserta ternyata bagus sekali. Saya benar-benar tidak menyangka,” kata Syaifullah ketika memberikan komentar terhadap karya peserta.

Sebagai bagian akhir, peserta kemudian belajar cara mempublikasikan foto dan video tersebut melalui media sosial, terutama Facebook dan Twitter.

“Kami berharap agar setelah pelatihan ini, teman-teman petani bisa lebih mempromosikan komoditasnya kepada konsumen melalui Internet,” ujar Peni.