VECO Indonesia dan Mitra Memikat Pengunjung ITE Jakarta

VECO Indonesia dan Mitra Memikat Pengunjung ITE Jakarta

13/10/2014

Indonesia Trade Expo (ITE) di Jakarta International Trade Expo, Kemayoran, Jakarta pada 8-12 Oktober 2014 resmi dibuka oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Gubernur DKI Jakarta yang juga presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) juga hadir. Jokowi sempat melintas di depan 'booth' VECO Indonesia. Dia berjabat tangan dengan para penjaga booth, mitra organisasi petani dari Flores, sebelum dipersilahkan oleh Veronica Herlina mampir di tempat pameran dan lelang kopi yang diorganisir Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI).

Sebuah kehormatan bagi VECO Indonesia untuk terlibat dalam pameran dagang ini atas fasilitas dari mitra VECO Indonesia, yaitu Asosiasi Kopi Spesial Indonesia. Kendati demikian, VECO Indonesia tidak hanya memamerkan kopi saja. Beras, kayu manis, dan kakao produksi dari organisasi mitra juga dipamerkan dalam event tingkat nasional ini.

Peni Agustiyanto, Koordinator Kantor Lapangan VECO Indonesia di Sulawesi, menyatakan pameran kali ini sungguh berbeda dengan pameran-pameran sejenis. "Yang hadir betul-betul orang pilihan. Mereka pedagang dan bukan sekedar pengunjung pameran (yang datang untuk cuci mata)," kata Peni dengan perasaan bangga.

Betapa tidak! Booth yang dikelola VECO Indonesia dikunjungi oleh 50-an pedagang hanya dalam waktu kurang-lebih tiga jam setelah pameran resmi dibuka. Mereka sangat tertarik pada komoditas yang dihasilkan organisasi petani mitra VECO Indonesia seperti kopi, kakao, beras, dan kayu manis.

Ada lebih dari 100 pedagang yang berkunjung dan secara selintas bertanya pada para penjaga 'booth’.

Pernyataan Peni seperti mendapat konfirmasi dari berita media massa keesokan pagi. Kementerian Perdagangan yang mengorganisir pameran dagang ini menargetkan 14 ribu pembeli hadir dalam acara yang berlangsung selama 5 hari tersebut.

Bukan hanya pembeli domestik yang hadir di 'booth' VECO Indonesia. Ada pembeli dari negeri sahabat yang juga mampir. India, Bangladesh, Malaysia, Jepang, Belanda, Hongkong, Bahrain, Arab Saudi, Pakistan, dan Taiwan untuk menyebut beberapa negara asal pembeli yang berkunjung.

Hal menarik adalah kayu manis menjadi bintang dalam pameran hari pertama ini. Pembeli dari Arab Saudi tertarik pada bentuk dan kerenyahan kayu manis yang didatangkan langsung dari Kerinci. Dia pun meninggalkan 'booth' sambil membagikan kartu nama kepada penjaga.

Dia berharap mendapatkan informasi lebih detail tentang harga dan volume produksi kayumanis yang diproduksi TAKTIK, organisasi petani sekaligus mitra paling bungsu VECO Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Peni Agustiyanto juga menjadi salah satu pembicara dalam sesi diskusi pada hari ketiga. Peni berbicara pada sesi bersama Rocky Rhodes dari Coffee Quality Institute dari Amerika Serikat.

Peni mengatakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh organisasi petani adalah menjaga konsistensi kualitas produk mereka.

Pada pengiriman pertama mereka memberikan kopi produk mereka yang baik kepada pembeli. Namun, pada pengiriman selanjutnya kualitas kopi tidak stabil. Justru di banyak kasus kualitas malahan semakin memburuk.

Berangkat dari latar-belakang inilah, sebagai bagian dari penguatan organisasi petani, VECO Indonesia memperkenalkan Internal Control System kepada organisasi petani mitra kerjanya untuk memastikan kualitas produk terjaga. [Purnama Adil Marata, Advocacy Officer VECO Indonesia]